Tumbuh Subur, Ponsel BM di Indonesia Mencapai 30 Persen

Tumbuh Subur, Ponsel BM di Indonesia Mencapai 30 Persen

Tumbuh Subur, Ponsel BM di Indonesia Mencapai 30 Persen

Tumbuh Subur, Ponsel BM di Indonesia Mencapai 30 Persen
Tumbuh Subur, Ponsel BM di Indonesia Mencapai 30 Persen

Peredaran ponsel black market (BM) di Indonesia diprediksi tumbuh subur

dan bisa mencapai 20-30 persen untuk brand-brand yang terkenal.

Hal itu dikatakan Hasan Aula, Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) dalam diskusi Selular Bisnis Forum (SBF) 2019, yang diadakan di Jakarta kemarin (17/01/19).

Dikatakan Hasan Aula, beredarnya produk BM dikarenakan produk tersebut menawarkan perbedaan harga yang jauh lebih murah.

Menurutnya, bagaimana masyarakat tidak tergiur dengan perbedaan harga ponsel seperti itu.

“Gimana tidak menjamur, pangsa pasarnya memang ada, dan mereka

memang tergiur dengan harga lebih murah,” kata Hasan Aulai.

Walaupun dia tidak bisa merinci, namun Hasan Aula menegaskan brand yang paling banyak BM-nya adalah iPhone dan Xiaomi.

Xiaomi, pabrikan asal Tiongkok itu disebut sebagai merek smartphone yang paling banyak beredar di pasar BlM Indonesia. Sementara iPhone mengikuti di bawahnya.

Dijelaskan Hasan Aula, Xiaomi diduga masih lemah dalam hal pengawasan,

karena sejatinya pemerintah memang tidak bisa berjalan sendiri untuk memberantas peredaran produk BM, vendor atau produsen jelas harus ambil peran.

Sementara iPhone, harganya yang mahal memaksa banyak orang mencari produknya untuk mendapatkan harga yang tidak resmi.

Pemerintah pun tidak tinggal diam, baru-baru ini Kemenperin bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengembangkan sistem validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity). Dalam rangka memerangi peredaran ponsel ilegal, alias black market di Indonesia.

Sistem IMEI memungkinkan pelacakan status sebuah ponsel apakah dijual secara resmi atau ilegal.

 

Baca Juga :